Album Himne Cinta, Lagu-lagu Cinta yang Puitis dan Romantis dari Suamiku

Album Himne Cinta

Himne Cinta adalah judul album pertama suamiku Asep Sopyan.

Orang ini, kakakanda tercinta suamiku ini adalah senior saya waktu kuliah di wilayah Ciputat. Kami bertemu di HMB (Himpunan Mahasiswa Banten). Setiap ada acara di HMB dia sering bernyanyi lagu-lagu Ebiet G Ade hingga orang-orang menyebutnya kang Ebiet… kang Ebiet… (begitulah akang teteh HMB menyebutnya).

Waktu mahasiswa kami biasa saja, tidak punya hubungan apa-apa. Tapi setelah lulus kuliah kami bertemu kembali dalam sebuah acara di HMB. Dan beberapa bulan kemudian kami menikah, dengan salah satu mas kawin yang unik, kumpulan puisi dan cerpen karyanya.

Awal menikah, masuk dalam keluarganya, saya heran si mamah, alias mertuaku dalam kegiatan sehari2 selalu nggrundeng. Nggerundeng itu apa ya? Saya bingung ngungkapinnya.

Ya…. Nyanyi nyanyi dengan suara kecil gitu, ngelagam kali ya, kadang nasyid, kadang tilawah ayat2 Quran… (mungkin dari situlah bakat dan minatnya terbentuk).

Setelah lahir anak pertama, suamiku mengambil keputusan yang sangat mengejutkan yaitu resign dari kerjanya kemudian beralih menjadi agen asuransi. Waktu itu, sayalah yang menentang keras. Tapi dia berhasil meyakinkanku. Dan sekarang alhamdulillah, masuk kategori berhasil.

Di tahun ke-7 pernikahan inilah dia kembali membuat saya heran. Sebenarnya ga heran2 banget sih dulu juga dia pernah nunjukin beberapa lagu karyanya (tulisan tangan) sewaktu kita bersama2 merapikan buku-bukunya di awal-awal nikah.

Tiba-tiba di tahun ini suamiku memutuskan untuk rekaman. Mengejutkan, memang. Dia kerjakan di malam hari, di sela-sela kesibukannya di asuransi. Tetap dia kerjakan. Fokus, sampai akhirnya bisa didengar oleh kita semua.

Good job suamiku, semoga sukses. Ku selalu menyertaimu di setiap langkahmu.

Kembali ke laptop, eh, maksudnya kembali ke album lagu Himne Cinta.

Album ini terdiri dari 11 lagu: Himne Cinta, Di Antara Bunga-bunga, Membayangi Bulan, Wajah yang Selalu Pagi, Haruskah Ku Menanti, Adinda, Manusia Pertama di Dunia, Bukan Basa-basi, Seuntai Nada, Di Pasir Putih, dan Takdir Kita.

Dari 11 lagu tersebut, mana yang paling kusuka?

Yaa… Semua lagu pastinya. Tapi yang terfavorit “Adinda”. Musiknya asyik, liriknyaa…. hmmmm… bikin senyum2 sendiri, sampai saya bilang: ” Adinda itu saya ya?”

“Anggap aja begitu,” katanya.

Mari kita cermati liriknya:

Tahukah kau tiap waktu aku teringat padamu

Dalam sadar dalam khayal dalam tidur dan mimpiku

Kadang aku berteriak dan memanggili namamu

Oh Adinda dengarkanlah rintihan hatiku yang tengah merindu

Hadirmu dan menunggu satu pertemuan yang kan lenyapkan sepiku

Tak mungkin ku menjadikanmu sebagai khayalan belaka

Tak puas ku menatapmu hanya dalam mimpi semata

Aku ingin kau di sini di depanku seutuhnya

Oh Adinda kemarilah mendekatlah dan temanilah aku

Saat ini selamanya hingga sang maut pun takkan memisahkan kita

Lebih dalem lagi di bait terakhir lagu

Tak mungkin aku bisa bertahan

Jika hidupku kau biarkan

Tanpa sandaran tanpa pegangan

Maka aku kan jatuh dan tenggelam

Dalam kehampaan kesunyian dan ketiadaan

Yang membuatku kehilangan arti

Oh.. Adinda oh.. Adinda oh.. Adinda

 

Eh lagu ini juga lagu favoritnya Teguh Loh, beberapa bait sudah pada hafal.

 

Lalu lagu DI ANTARA BUNGA-BUNGA.

Ini lagu orang yang sedang jatuh cinta, setiap langkah, setiap yang disentuh serupa bungaaa….

Entah apa yang semalam kau taburkan

Pagi ini halaman rumahku penuh bunga-bunga

Daunan dan rumputan mekar

Sebagai bunga sebagai bunga

Akar batang ranting merekah

Seperti bunga seperti bunga

Embun kabut dan udara semerbak

Sewangi bunga

Bahkan matahari pun mengelopak

Serupa bunga

 

Tapi di akhir cerita orang tersebut tak menemukan cintanya. Ternyata dia hanya berdiri sendiri di antara bunga-bunga.

Hmmmmmh…

Entah di manakah kini engkau berada

Hingga senja tiba aku sendiri saja

Hingga malam tiba aku berdiri saja

Di antara bunga-bunga

 

Lalu lagu “DI PASIR PUTIH”

Nah ini dia lagu dua sejoli yang sedang jatuh cinta, serasa dunia milik berdua saja.

Engkau dan aku asyik bermain

Riuh berkejaran dengan gelombang

Berseru lantang di deru ombak

Jatuh bergulingan saling memandang

 

Tentang TAKDIR KITA, yang ini baru khususon untuk saya katanya, untuk mengabadikan cinta kita berdua hmmmhh… yang lain ga usah baper ya….

Mungkin ini takdir kita

Dan kita rela menerima

Karena ini takdir yang indah

Mengantar kita pada bahagia

 

Ini sebenarnya bisa juga dimaksudkan untuk pasangan-pasangan hidup lainnya, semoga langgeng…

Mari kita jaga cinta

Tak akan ada yang pisahkan kita

Dalam suka dalam duka

Tetap bersama sampai akhir masa

Selengkapnya bisa diklik link di bawah ini:

Lirik lengkap 11 lagu bisa dibaca di http://bit.ly/LirikHimneCinta.

Lagu-lagunya bisa didengarkan dan diunduh dalam format MP3 di soundcloud, klik http://bit.ly/AlbumHimneCinta.

Serta video klip bisa dilihat di Youtube http://bit.ly/KlipHimneCinta.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s